Sunday , 20 April 2014
Breaking News

Pengertian Kata Baku dan tidak Baku




Kata baku

Kata baku adalah kata-kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Acuan yang dapat digunakan adalah KBBI, EYD, pedoman pembentukan istilah, dan tata bahasa baku bahasa Indonesia, sedangkan yang tidak mengikuti kaidah disebut bahasa tidak baku.

Sumber utama bahasa baku adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku digunakan dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat. Pembakuan kata-kata juga berlaku untuk istilah dan kata serapan atau berasal dari bahasa asing, bunyi dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

Penggunaan kata baku biasa digunakan:
1)    Surat menyurat antarlembaga
2)    Laporan keuangan
3)    Karangan ilmiah
4)    Lamaran pekerjaan
5)    Surat keputusan
6)    Perundangan
7)    Nota dinas
8)    Rapat dinas
9)    Pidato resmi
10)    Diskusi
11)    Penyampaian pendidikan
12)    Dan lain sebagainya.

Kata tidak baku

Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan.
Kata tidak baku digunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari, atau disebut juga bahasa tutur.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kata atau bahasa yang tidak baku, yaitu sebagai berikut:
1)    Pemakai bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata-kata yang dimaksud
2)    Pemakai terpengaruh oleh orang yang biasa menggunakan kata tidak baku
3)    Pemakai bahasa tidak baku akan selalu ada karena tidak mau memperbaiki kesalahannya sendiri.

Berikut ini contoh kata baku dan kata tidak baku
Kata tidak baku: apotik, pitnah, silahkan, nasehat, metoda, telor, nopember, anggauta, lembab, cinderamata, langganan.
Kata baku: apotek, fitnah, silakan, nasihat, metode, telur, november, anggota, lembap, cenderamata, pelanggan.