Thursday , 24 April 2014
Breaking News

Perabot Kantor




Perabot kantor (office furniture) merupakan sarana prasarana yang yang menunjang kegiatan administrasi dalam suatu kantor seperti meja, kursi, lemari dan sebagainya. Perabot kantor merupakan sarana kantor yang tidak habis pakai dan dapat digunakan berulang-ulang dalam jangka waktu panjang. Biasanya terbuat dari bahan kayu, besi ataupun bahan lainnya yang tahan lama.

Furniture dengan ukuran dan bahan yang tepat akan meningkatkan produktivitas kerja pekerja kantor. Dalam desain hal ini disebut dengan fungsi ergonomis. Kursi yang nyaman misalnya akan membuat penggunanya betah dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu furniture yang ergonomis akan mencegah terjadinya cedera bagian tubuh akibat pekerjaan yang berulang (repetitive stress injuries).

Dalam kesempatan ini hanya akan dibahas beberapa perabotan kantor yang secara umum dipakai di Indonesia. Di antaranya adalah: meja, kursi, lemari kabinet, laci-laci kartu, rak filing dan sebagainya.

1. Meja

Meja tulis atau meja kerja:

a. Ukuran luas permukaan mejanya:

Luas sempitnya permukaan meja hendaknya disesuaikan dengan kedudukan dan jabatan orang yang mempergunakannya. Tapi yang penting harus diperhatikan ialah bahwa permukaan meja tidak boleh terlalu besar agar segala sudutnya dapat dijangkau dengan tangan oleh orang yang mempergunakannya.

b. Tingginya:

Untuk golongan meja di Indonesia, lazim dipakai yang mempunyai ukuran tinggi lebih kurang 0,75 m, yakni yang dapat membentuk jarak antara mata orang yang sedang menulis atau membaca (dengan duduk di atas kursi) dengan permukaan meja kira-kira 32 cm.

Contoh beberapa jenis meja:

Meja Staf : Meja yang biasa digunakan oleh staf, terutama bagian administrasi atau tata usaha.

Meja Resepsionis (penerima tamu) : Meja yang digunakan untuk menerima tamu ataupun untuk dijadikan tempat memberi dan mengetahui informasi yang berhubungan dengan perusahaan.

Meja Direksi : Meja yang dipakai pimpinan perusahaan dengan bentuk dan desain yang dapat mewakili gambaran seseorang yang mempunyai jabatan penting dalam perusahaan tersebut.

Meja Rapat : Meja ini digunakan pada saat pertemuan rapat.

Meja Samping : Meja yang biasanya digunakan oleh seorang sekretaris pimpinan, biasa disebut meja return.

2. Kursi

Untuk kursi kerja ataupun kursi ketik ukuran besar dan tinggi serta modelnya harus disesuaikan dengan orang yang hendak mempergunakannya.

Di Indonesia tinggi kursi rata-rata 0,46 m. Contoh beberapa jenis kursi Kursi hadap Kursi staf kursi pimpinan

3. Lemari

a. Lemari–lemari warkat, dengan ukuran besarnya (volume) antara 0,5 m³ sampai 1 m³ adalah termasuk lemari golongan B. lebih besar dari itu termasuk golongan A. dan lebih kecil dari golongan B termasuk golongan C. lemari ini biasanya dipergunakan untuk menyimpan warkat (papers) yang belum diolah atau belum di file.

b. Lemari rak, yakni untuk menyimpan map dan bundel laporan ataupun dokumen lainnya yang sudah disusun ke dalam map besar (ordner). Juga untuk lemari rak ini ukuran dan golongannya sama dengan lemari warkat.

c. Lemari Brandkas (cash-box), untuk menyimpan uang , check dan surat berharga lainnya.

4. Filing Cabinet

Filing Cabinet biasanya mempunyai 4 kotak kecil dari bawah ke atas, gunanya untuk menyimpan map-map file atau kartu-kartu yang berukuran kurang lebih 25 x 35 cm. filing kabinet menyamping filing kabinet beroda

5. Laci-Laci Kartu

Bentuknya adalah semacam lemari rak dengan laci-laci yang lebih kecil daripada laci-laci filing cabinet. Laci penyimpan kartu indeks

6. Peralatan

Selain perabot yang disebut pada bagian terdahulu, dapat pula disebutkan adanya peralatan (facilities) kantor seperti pesawat telpon, pesawat pendikte (dictaphone), pesawat pemanggil (megaphone), pesawat radio, pesawat TV, pesawat perekam suara (tape recorder), papan tulis, gambar kepala negara, peta bumi, globe dan sebagainya. Perlu ada pedoman tertentu tentang penempatan fasilitas tersebut serta penggunanya, disamping untuk memenuhi ketentuan jabatan seseorang, asas keserasian, juga tetap perlu diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi.

Contoh lain dari perabot kantor: Lemari Laci Arsip Beroda

Bagian kecil perabot dengan lereng-lereng atau kaki, dengan laci yang biasanya ditaruh di bawah bangku atau meja. Lemari laci arsip beroda

Kabinet Peraga

Kabinet biasanya dengan lipatan, ada raknya, untuk memeragakan dan menyusun buku, majalah, dan brosur Kabinet peraga

Kabinet Alat Tulis

Kabinet besar dua-pintu dengan rak, untuk menyimpan peralatan kantor dan berbagai keperluan sehari-hari.

Kabinet penyimpan alat tulis Panel yang Dapat Dipindah Pembatas yang biasanya ada kakinya dan digunakan untuk menyekat berbagai ruang kerja. Panel yang dapat dipindahkan

Loker

Kabinet besar dua-pintu dengan daun untuk menggantung pakaian dan menaruh berbagai barang.

Lemari Pendek

Perabot kantor panjang-pendek dengan laci atau kompartemen untuk menyimpan berbagai barang.

Kualitas

Tentang kualitas perabotan kantor yang bagaimanakah yang akan dipergunakan oleh sesuatu instansi adalah tergantung kepada  kemampuan keuangan, daya muat ruangan, sifat bidang kegiatan, dan beban kerja instansi yang bersangkutan. Untuk itu maka pemikiran dan perencanaan yang setepat-tepatnya dalam menentukan kualitas perabotan yang manakah yang akan dipergunakan perlu dilakukan jauh sebelum tindakan pembelian dilakukan.

Penggolongan ukuran maupun kualitas perabotan yang dimaksud dapatlah dipakai sebagai pedoman, baik dalam rangka perencanaan pembelian maupun dalam rangka melaksanakan penelitian bidang perabot kantor. Perlu pula diterapkan ilmu ergonomi, yaitu ilmu yang mempelajari keserasian perbandingan antara manusia (pegawai) dengan alat-alat/perabotan kerja sehingga ikut menjamin adanya suasana kerja yang menggairahkan.

Meja kerja seorang pegawai perlu dilengkapi bermacam-macam perlengkapan dan alat-alat penting guna pelaksanaan dan penyelesaian tugas dengan sebaik-baiknya.  Perlengkapan meliputi barang yang awet pakai dan barang yang habis pakai. Pengertian awet pakai adalah barang-barang yang tahan lama dalam pemakaiannya, misal: alat pelubang kertas yang lama kelamaan bisa rusak. Sedangkan benda yang habis pakai, tak selalu berarti benda tersebut menjadi musnah atau habis tanpa bekas, misal: karet penghapus yang dapat dipakai berulang kali.

Pada umumnya untuk benda-benda keperluan yang habis dalam pemakaian disebut: Office Supplies (bekal tata usaha).