Wednesday , 23 April 2014
Breaking News

Periodisasi menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo




Menurut pemikiran Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, sebagai dasar bagi babakan masa (periodisasi) adalah derajat integrasi yang tercapai di Indonesia pada masa lampau. Menurut pemikirannya, faktor ekonomi sangat memengaruhi perkembangan sosial, politik, dan kultur di Indonesia.

Faktor ekonomi memengaruhi kontak Indonesia dengan luar negeri yang mendatangkan pengaruh kebudayaan luar, baik budaya Hindu dari India, budaya Islam dari Asia Barat, serta budaya barat baik dari Eropa atau negara-negara lainnya. Maka ada kemungkinan untuk membedakan dua periode besar, yaitu pengaruh Hindu dan pengaruh Islam. Sebutan dari periode itu memakai nama kerajaan sebab sifat masyarakat pada waktu itu masih homogen dan berpusat pada raja (istana sentris). Adapun periodisasi yang diusulkan oleh Prof. Dr. Sartono adalah sebagai berikut.

1) Prasejarah

2) Zaman Kuno

  • Masa kerajaan-kerajaan tertua;
  • Masa Sriwijaya (dari abad VII – XIII atau XIV);
  • Masa Majapahit (dari abad XIV – XV);

3) Zaman Baru

  • Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore (sejak abad XVI);
  • Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX);
  • Masa pergerakan nasional (abad XX);

4) Masa Republik Indonesia (sejak tahun 1945).

Dari pemaparan tersebut terlihat bahwa munculnya banyak pandangan tentang babakan masa periodisasi, seperti yang diajukan Prof. Dr. Soekanto dan Prof. Dr. Sartono, disusun dengan:

  • memakai dasar perkembangan peradaban (civilization),
  • babakan masa didasarkan atas segi kebudayaan (culture), dan
  • babakan masa atas dasar agama yang masuk ke Indonesia.

Kesimpulannya adalah dasar kerangka teori pembabakan waktu atau periodisasi dalam sejarah menunjukkan hasil pemikiran yang berbeda-beda. Namun, hal yang terpenting dalam penyusunan periodisasi adalah adanya prinsip kontinuitas.